Ciri-Ciri Manipulasi dan Tips Mengatasi – Manipulasi merupakan cara yang dilakukan untuk memengaruhi atau menyerang emosi dan mental orang lain. Tujuannya untuk mengendalikan orang lain dan mendapatkan apa yang diinginkannya. Mulai dari kontrol, wewenang, hingga materi. Tindakan ini termasuk perbuatan tidak terpuji dan merugikan salah satu pihak. Kebanyakan kasus manipulasi terjadi dalam hubungan, baik pribadi maupun sosial. 

Baca juga: Burnout: Definisi, Penyebab, Ciri-Ciri, Serta Tips Mengatasinya

Sekilas Tentang Manipulasi

Berasal dari kata Latin “Manus” yang artinya tangan, mulanya istilah manipulasi merujuk pada keterampilan seseorang menangani objek secara fisik menggunakan tangan. Menurut APA Dictionary of Psychology, manipulasi adalah perilaku yang dilakukan untuk mengontrol, mengeksploitasi, dan memengaruhi orang lain demi mendapatkan keuntungan. Singkatnya, manipulasi merujuk pada strategi dan perilaku seseorang untuk memengaruhi kondisi psikologis orang lain. 

Tindakan tersebut akan berdampak buruk pada kesehatan emosi dan mental korban. Umumnya, perilaku manipulasi dilakukan dengan cara menyusun kebohongan untuk menutupi kebohongan lainnya. Termasuk melakukan kritik, menyalahkan, menyangkal, silent treatment, hingga pasif-agresif, untuk mendorong korban keluar dari zona nyaman. 

Orang yang melakukan tindakan manipulasi biasanya mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi serta mengekspresikan keinginan maupun kebutuhannya secara tepat dengan cara sehat. Setiap orang memiliki potensi untuk melakukan tindakan manipulasi. Bahkan, tak jarang hal tersebut dilakukan secara tanpa disadari. 

Tentunya tindakan manipulasi bukan tanpa sebab. Berikut penyebab orang memanipulasi orang lain:

  • Disfungsional hubungan selama masa kecil berdampak pada pola komunikasi serta perilaku yang tidak sehat.
  • Gangguan kepribadian ambang atau narsistik memiliki kecenderungan kuat melakukan manipulasi.
  • Seseorang yang pernah menjadi korban pelecehan kerap kesulitan menyuarakan keinginannya sehingga rentan membuatnya bertindak manipulatif.

Jenis Manipulasi Emosional Paling Umum

Sebenarnya, cukup banyak jenis manipulasi. Namun, berikut cara manipulasi orang paling umum dilakukan. 

1. Gaslighting

Berasal dari drama “Gas Light” di tahun 1938, istilah gaslighting merujuk pada strategi untuk membuat korbannya mempertanyakan realitas mereka. Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologi dalam hubungan interpersonal yang dilakukan seseorang dengan melemahkan rasa percaya diri korban. Biasanya, orang yang melakukan tindakan ini kerap berbohong, melakukan penyangkalan, dan memutarbalikkan fakta. 

Sekalipun bersalah, seorang gaslighter tidak mau disalahkan dan justru menyalahkan orang lain atau pasangannya. Hal ini membuat korbannya merasa bersalah, sering meragukan diri, dan sulit percaya pada keputusannya sendiri. 

2. Love Bombing

Love bombing atau cinta berlebihan dalam hubungan merupakan bentuk manipulasi paling banyak terjadi. Pelaku sengaja memanipulasi supaya pasangannya memiliki perasaan cinta yang mendalam. Biasanya pelaku love bombing kerap memberikan perhatian secara berlebihan di awal hubungan, seperti mencurahkan seluruh waktu untuk pasangan, menawarkan bantuan, memberikan hadiah, serta tindakan lain yang membuat pasangan merasa dibutuhkan dan dicintai.

Pada awalnya, hal tersebut tampak manis. Namun, ketika pelaku telah mendapatkan kepercayaan dan hati korban, ia tak segan bertindak semena-mena dengan cara menyakiti korban atau bertindak melewati batas. Lantaran korban terlalu cinta, ia akan menerima dan memaafkan tindakan pelaku. Apabila hal ini terus berlangsung, lambat laun korban akan mengalami gangguan emosional dan mental. 

3. Playing Victim

Playing victim merupakan bentuk manipulasi dengan cara bersikap sebagai korban, padahal dialah pelakunya. Pelaku tidak bertanggung jawab mengenai perbuatan buruknya. Bahkan, mereka akan memutarbalikkan fakta supaya terlihat sebagai pihak yang dirugikan. Dalam suatu hubungan, korban tidak akan menyadari dirinya telah dimanipulasi. Ketika pelaku melakukan kesalahan, korbanlah yang akan merasa bersalah dan minta maaf.

Ciri-Ciri Manipulasi dan Cara Mengatasinya

Untuk mengidentifikasi pelaku manipulasi memang tidak mudah. Namun, terdapat beberapa ciri-ciri manipulasi dan cara mengatasi yang dapat kamu pelajari untuk mencegah dan mengurangi dampaknya. 

  • Jago Kandang – pelaku cenderung lebih berani melakukan manipulasi di kantor atau rumahnya sendiri sehingga korban memiliki kendali lemah. 
  • Suka Mencari Kelemahan – pelaku cenderung andal mencari celah untuk menjatuhkan korban. Biasanya mereka akan membiarkan korban berbicara kemudian menyerangnya dengan berbagai alasan untuk melemahkan pernyataan korban.
  • Memutarbalikkan Fakta – pelaku kerap memanipulasi dengan menyatakan hal bertentangan dari fakta, seperti membuat alasan, menahan informasi penting, berbohong, hingga bermuka dua. 
  • Sarkasme Terselubung – sarkasme kerap dijadikan senjata untuk menguasai korban. Pelaku akan melontarkan lelucon negatif dengan alasan candaan atau humor. Umumnya, topik yang kerap dijadikan bahan sarkasme adalah penampilan, bentuk tubuh atau wajah, pengalaman, dan hal lain yang dimiliki korban. Serangan tersebut akan mengganggu mental dan psikologis korban.
  • Memaparkan Data Berlebihan – pelaku senang memaparkan data secara berlebihan dengan maksud untuk merundung korban secara intelektual. Akibatnya, korban merasa tidak kompeten dan sulit mengambil keputusan. 
  • Silent Treatment – taktik ini kerap digunakan pelaku untuk mengganggu psikologis korban. Silent treatment dilakukan dengan mendiamkan korban. Caranya beragam, mulai dari tidak mengangkat telepon, tidak membalas pesan, tidak merespons perkataan, dan hal lainnya sehingga korban ragu serta merasa bersalah. Pada akhirnya, korban akan luluh dan melakukan hal yang diinginkan pelaku manipulasi. 
  • Emosi Negatif – pelaku manipulasi tak segan menunjukkan emosi negatif, seperti membentak atau berteriak untuk mendapatkan atensi korban sekaligus membuatnya melakukan yang diinginkannya. Apabila korban menolak atau melawan, pelaku tak segan melakukan tindakan agresif.

Mengingat pelaku manipulasi dapat melakukan berbagai cara demi mencapai tujuannya, berikut cara terbaik untuk mengantisipasi hal tersebut.

  • Bersikap tegas dan berani berkata bahwa sikap yang ditunjukkan oleh pelaku cukup mengganggu.
  • Tidak memberi kesempatan bagi pelaku untuk memperkeruh suasana dengan cara mengurangi perhatian atau atensi. 
  • Menanggapi kritik atau cemooh dengan tenang. Hindari terpancing emosi karena ini adalah hal yang diharapkan oleh pelaku untuk memutarbalikkan fakta dan membuat kamu merasa bersalah.
  • Menjaga jarak dengan orang yang terlihat memiliki potensi melakukan manipulasi. 

Baca juga: Ciri-Ciri Trauma Masa Kecil dan Cara Menghadapinya

Itulah sekilas informasi mengenai definisi manipulasi beserta jenis, ciri-ciri, dan cara mengantisipasinya. Kalau kamu ingin mendengarkan lebih banyak penjelasan maupun mempelajari lebih lanjut mengenai sisi gelap psikologis manusia, kamu bisa streaming Noicebook Dark Psychology dari Richard Campbell. Kamu bisa langsung streaming audiobook melalui web player Noice, atau aplikasi Noice yang bisa kamu dapatkan secara gratis di Google Play atau App Store. Tunggu apa lagi? Ayo, instal Noice sekarang juga!

Audiobook Noice - (1350x675) Blog Banner -Dark Pyschology