Kisah Hantu Lampor – Lampor tentu bukan istilah yang asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Salah satu urban legend ini memang kisahnya sudah lama menyebar, terutama di kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Beberapa video viral yang beredar di media sosial menjadi salah satu faktor yang membuat keberadaan lampor makin dikenal oleh masyarakat luas.

Salah satu video viral itu berasal dari akun pengguna TikTok dengan username @bang_jo26. Rekaman singkat itu memperlihatkan suasana sebuah desa di Malang dengan sebuah lingkaran yang diduga sebagai penampakan lampor atau keranda terbang. Banyaknya orang yang sakit dan meninggal selama pandemi membuat isu tentang lampor makin meluas dan bikin merinding.

Apa sebenarnya lampor itu? Bagaimana asal-usulnya dan hal-hal apa saja tentang lampor yang menarik untuk diketahui? Yuk, simak pembahasannya dalam artikel ini!

Baca juga: Cerita Horor Kisah Nyata di Indonesia yang Viral dan Melegenda

Apa Itu Lampor?

Secara harfiah, lampor adalah “kegaduhan” atau “gaduh”. Istilah ini berkaitan dengan kepercayaan bahwa lampor adalah iring-iringan pasukan Nyi Roro Kidul yang melintas. Suara gaduh itu berasal dari kuda-kuda yang melewati permukiman warga. Sementara itu, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), lampor adalah makhluk halus yang bergerak beriringan.

Ada juga yang menyebut bahwa istilah lampor mengacu pada kepercayaan yang mengatakan bahwa masyarakat kampung yang didatangi lampor harus membuat bunyi-bunyian. Tujuannya adalah untuk menjauhkan marabahaya yang dibawa oleh lampor tersebut.

Dilansir dari berbagai sumber, menurut mitos Jawa, lampor artinya merupakan iblis atau setan yang membawa keranda terbang saat malam tiba. Ada juga yang menyebut bahwa lampor adalah iring-iringan pasukan Nyi Roro Kidul yang sedang melakukan perjalanan dari Laut Selatan menuju Keraton Yogyakarta atau Gunung Merapi.

Kepercayaan tentang wujud lampor pun bermacam-macam. Meski belakangan yang dikenal adalah keranda terbang, ternyata sebagian masyarakat ada yang menyebut bahwa lampor punya wujud seperti bola arwah. Ada juga yang percaya bahwa lampor itu adalah asap hitam yang memiliki bentuk serupa dengan manusia, hanya saja tidak punya kaki.

Kepercayaan Masyarakat tentang Lampor

Isu tentang lampor sendiri ternyata sudah ada sejak tahun 1960-an tetapi menghilang seiring dengan berjalannya waktu. Kisah lampor kemudian kembali mencuat saat video-video viral beredar menampakkan wujud keranda mayat yang terbang di antara pepohonan atau permukiman warna.

Pada salah satu video yang viral beberapa waktu lalu, lampor juga digambarkan sebagai hantu ketuk pintu. Siapa pun yang pintu rumahnya diketuk oleh lampor dan membukakannya, konon akan jatuh sakit, bahkan meninggal dunia. 

Ada berbagai kepercayaan masyarakat seputar lampor antara lain:

  • Menurut kepercayaan di Jawa Timur, lampor kerap kali muncul bersamaan dengan pagebluk atau wabah penyakit. Ini biasanya terjadi di bulan Sapar dalam penanggalan Jawa. Lampor diyakini bisa membunuh seseorang dalam tidurnya.
  • Siapa saja yang didatangi oleh lampor pada malam hari akan dibawa dengan keranda atau dicekik. Kalau ini terjadi, orang itu akan mati seketika.
  • Ada juga keyakinan yang mengatakan bahwa siapa saja yang diculik atau diambil oleh lampor akan kembali dalam keadaan gila, linglung, amnesia, bahkan ada yang tidak kembali sama sekali.
  • Karena kemunculan lampor di malam hari sebagian masyarakat di daerah-daerah (yang memercayai keberadaan lampor) akan melarang warganya untuk keluar pada malam hari, terutama saat menjelang pagebluk.
  • Salah satu tanda kehadiran lampor adalah munculnya angin yang berembus kencang dari arah Laut Selatan melintasi tempat tinggal warga. Ini sesuai dengan kepercayaan warga yang menyebut bahwa lampor adalah pasukan Nyi Roro Kidul yang sedang melintas. Tanda lainnya adalah suara berisik yang terdengar seperti “Welwo, welwo” yang artinya adalah dibawa pergi atau dicolek.
  • Lampor konon punya kelemahan. Lampor dipercaya tidak bisa duduk atau jongkok karena itu mereka cenderung mendatangi korban yang tidur di atas dipan atau ranjang. Untuk menghindarinya, masyarakat memilih untuk tidur di lantai atau di bawah dipan agar tidak bisa diincar oleh lampor.

Terlepas dari benar atau tidaknya berbagai kepercayaan di atas, lampor adalah salah satu urban legend yang membuat para penggemar cerita horor dan mistis menjadi penasaran.

Kisah Lampor yang Diangkat Menjadi Film

Seperti kebanyakan urban legend lain yang populer di tanah air, kisah lampor juga turut menarik perhatian para sineas tanah air. Cerita tentang lampor telah diangkat ke layar lebar pada tahun 2019 lalu. Diberi judul Lampor: Keranda Terbang, film ini dibintangi oleh sejumlah aktor ternama. Sebut saja Adinia Wirasti, Dion Wiyoko, Nova Eliza, hingga Steffi Zamora. Film dengan durasi 95 menit ini disutradarai oleh Guntur Soeharjanto dan bisa ditonton di beberapa platform OTT lokal.

Mengambil latar belakang asal-usul lampor, film ini juga menceritakan tentang sebuah kampung yang sedang dilanda teror lampor. Dengan bumbu kisah keluarga, kamu bisa menyaksikan cerita lampor kalau kamu merasa penasaran dengan gambaran urban legend ini.

Baca juga: Daftar Cerita Urban Legend Indonesia Paling Terkenal

Itulah berbagai hal menarik seputar lampor termasuk asal-usul dan kepercayaan masyarakat tentang makhluk mistis tersebut.

Bagi penggemar kisah-kisah misteri dan urban legend, cerita lampor dan berbagai kepercayaannya tentu sangat menarik untuk disimak. Podcast Tanah Jawa yang tayang di Noice setiap hari Jumat siap memberimu berbagai ketegangan dengan cerita-cerita lain yang dijamin akan membuat bulu kudukmu merinding.

Bersama Om Hao dan tim risetnya, Podcast Tanah Jawa telah membahas berbagai kisah mistis yang tidak akan bisa kamu temukan di platform lain. Untuk mendengarkan puluhan episode yang sudah tayang, jangan lupa untuk mengunduh aplikasi Noice lewat PlayStore atau AppStore. Temukan beragam fitur menarik dan ribuan konten podcast lainnya hanya di Noice, rumah konten audio Indonesia!

Ide Pokok “Twelve Steps To A Compassionate Life”

Karen Armstrong